Mentari menyala disini
Di sini di dalam hatiku
Gemuruhnya hingga di sini
Di sini di urat syarafku
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri di sekitarku
Tak satupun yang sanggup menghalangiku
Menyala di dalam hatiku
Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Di sini di dalam hatiku
-Abah iwan - Mentari
mungkin lagu ini cukup menggambarkan kondisiku saat ini. pada bait pertama menggambarkan kondisi perasaan. dari bait ke 2 sampai selesai merupakan cambuk yang sangat sangat keras bagiku saat ini.
-Abah iwan - Mentari
mungkin lagu ini cukup menggambarkan kondisiku saat ini. pada bait pertama menggambarkan kondisi perasaan. dari bait ke 2 sampai selesai merupakan cambuk yang sangat sangat keras bagiku saat ini.
apa boleh seorang laki-laki mencurahkan perasaannya dalam sebuah tulisan? apakah laki-laki boleh menggambarkan kondisinya saat ini? entahlah, bila teman-temanku tahu akan hal ini, mereka pasti akan mencemooh atau bilang ALAY! kaya perempuan tau ga? mungkin itu bayanganku terhadap tanggapan teman-teman yang tau tentang tulisan ini. tapi saat ini jujur, aku ta peduli apapun orang akan berbicara tentang tulisan ini. tapi tulisan ini adalah bentuk rasa rindu yang teramat sangat dengan cahaya Mentari di Kota Bandung.
Mentari menyala disini
Di sini di dalam hatiku
Gemuruhnya hingga di sini
Di sini di urat syarafku
lagu ini selalu mengingatkanku kepada mereka. mereka yang setelah selama 2 tahun lebih berjalan bersamaku. aku teringat saat pertemuan pertama kali dengan mereka. saat itu adalah hari dimana mereka sedang mengadakan kegiatan tahunan mereka selama 3 hari 2 malam. saat itu aku belum mengenal mereka. cuma karena aku adalah anggota baru, aku bantu semampu aku bisa. tak ada yang menarik dari pertemuain pertama kali aku dengan mereka, aku tak peduli tapi yang pasti itu adalah langkah awal yang besar bagiku.
lagu ini selalu mengingatkanku kepada mereka. mereka yang setelah selama 2 tahun lebih berjalan bersamaku. aku teringat saat pertemuan pertama kali dengan mereka. saat itu adalah hari dimana mereka sedang mengadakan kegiatan tahunan mereka selama 3 hari 2 malam. saat itu aku belum mengenal mereka. cuma karena aku adalah anggota baru, aku bantu semampu aku bisa. tak ada yang menarik dari pertemuain pertama kali aku dengan mereka, aku tak peduli tapi yang pasti itu adalah langkah awal yang besar bagiku.
aku rindu dengan momen-momen yang telah dilewati bersama. mulai dari makan bareng di taman sari, mengadakan pertemuan di masjid daruttauhid setelah kajian ma'rifatullah, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. dan yang tak pernah ku lupakan adalah saat kalian berebut untuk mentraktir makan. dan saat itu hanya aku yang tidak berebut untuk membayarkan makan. hehe. tapi itulah yang selalu membuatku rindu. ingat saat kita rapat di pusdai, di salman sambil mencorat coret kertas untuk mengkonsep kegiatan. saat itu aku mungkin tak membantu banyak karena aku sadar bahwa aku tak pandai dalam mengkonsep sesuatu. tapi rasa itu tak pembatas bagi kami, karena aku senang dapat bersama-sama dengan mereka.
entah kata apalagi yang bisa ku katakan saat ini untuk menggambarkan kerinduan ini. dengan merekalah aku belajar keoptimisan, semangat, dan memutuskan urat lelah. ya, urat lelah karena saat itu kami habiskan setiap tengah dan akhir pekan untuk bersama. kami berkumpul bukan memikirkan diri kami masing-masing atau hanya untuk melepas kerinduan. tapi kami berkumpul untuk membicarakan adik-adik binaan kami di kota bandung. bahkan hanya itu yang terkadang ada dalam bahasan kita setiap pertemuannya. tapi aku senang dengan hal itu. kami juga saling mengingatkan dalam kebaikan, memberi saran dalam permasalahan.
persaudaraan ini tak akan pernah ku lupakan. dan akhirnya periode pengurusan kita pun berakhir. setelah itu sang kakak tertua kami pun mulai sibuk dengan tingkat akhirnya, dan kegiatan-kegiatan yang jauh lebih bermanfaat lagi. terkadang aku iri dengan kakaku yang satu ini. iri dengan semangatnya, dan rasa optimisnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya. tapi akhirnya kebersamaan kami mulai berkurang. tapi alhamdulillah Allah kirimkan penerus- perjuangan ini.
persaudaraan ini tak akan pernah ku lupakan. dan akhirnya periode pengurusan kita pun berakhir. setelah itu sang kakak tertua kami pun mulai sibuk dengan tingkat akhirnya, dan kegiatan-kegiatan yang jauh lebih bermanfaat lagi. terkadang aku iri dengan kakaku yang satu ini. iri dengan semangatnya, dan rasa optimisnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya. tapi akhirnya kebersamaan kami mulai berkurang. tapi alhamdulillah Allah kirimkan penerus- perjuangan ini.
ya, masa-masa itu terlalu indah untuk di kenang. tetapi satu sisi mengenang kejadian itu membuat sedikit sesak nafas ku. bukan karena teman-teman meninggalkannu satu persatu, tetapi karena kenapa aku tak bisa seperti mereka? jujur, sedikit sesak saat mengingatnya. saat ini kondisinya sudah jauh sangat berbeda. saat ini Allah mengamanahkan ku menjadi pemimpin mereka. pada awalnya aku sangat tidak setuju dengan keputusan menjadikan aku menjadi pemimpin mereka. aku merasa tidak pantas! sangat tidak pantas! aku sudah berusaha menolak. tetapi ternyata yang lain tetap mempercayaiku.
akhirnya dengan sedikit berat aku terima keputusan ini. aku kini menjadi ketua dari mereka. entah apa yang harus saya lakukan. saya sudah sadar dengan kemampuan pengkonsepan ku sangat buruk, tapi aku malah di amanahi menjadi ujung tombak dari konseptor kelompok ini. saat itu saya masih ingat, saat aku akan mempersentasikan program kelompokku. banyak koreksian dari sang ketua organisasi, dan dari rekan-rekan yang lain. tapi itu sudah biasa. tapi saat merevisi program-program itu bersama anggota kelompokku, aku merasa jadi orang yang sangat bodoh. bagaimana tidak, sang ketua perlu menjelaskan beberapa kali akan arahan program kedepannya kepadaku, dan itupun belum aku mengerti, sehingga anggota ku yang menjelaskan nya kembali. tapi, perlu berulang kali juga anggotaku menjelaskannya. bahkan ada aku perhatikan salah satu anggotaku seperti yang kesal karena aku tak juga mengerti. mungkin kalau anggota lamaku yang seperti itu aku tak masalah, tapi ini adalah anggota baru ku! saat itu fikiran jauh melayang, bagaimana kedepannya bila saat awal ini saja aku sudah mengecewakannya. dan aku masih tetap dengan rasa aku yang paling bodoh saat itu.
program program yang ku buat pun sudah saatnya di eksekusi. aku ingatprogram pertama yang dilakukan adalah sebuah seminar. aku ingat betapa bingungnya aku saat itu. aku mengumpulkan anggota ku, tapi aku tak tau harus memberi arahan kepada mereka. sehingga mereka kebingungan untuk melakukan apa. akhirnya anggotaku ada yang pulang karena ada kegiatan lain. ya alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. tapi aku merasa bersalah, karena baik adik binaan ku ataupun anggotaku sampai akhir acara tetap kebingungan. akhirnya akupun meminta "maaf" pada mereka.
kegiatan-kegiatan selanjutnya pun tak beda dengan sebelum-sebelumnya.berjalan dengan lancar tapi setiap akhir acara aku meminta "maaf" karena aku kurang mengarahkan kepada mereka. setelah saat itu, saat aku meminta mereka untuk berkumpul dan sedikit sekai yang datang, dan sedikit pula yang konfirmasi. padahal saat itu aku sanat membutuhkan bantuan mereka. benar-benar butuh bantuan. saat itu aku sudah tak tahu harus bagaimana lagi, saat itu aku benar-benar hampir putus asa. karena saat pembagian tugas, mereka sedikit yang mengerjakannya. dan sedikit yang membantu. tidak, bukan, bukan mereka yang salah. tapi aku yang salah karena lagi-lagi aku tak bisa mengarahkan mereka.dan akhirnya aku hampir putus asa saat itu. tapi aku ingat saat itu, saat adik-adikku bersemangat untuk menjalankan acara ini. saat segala kemungkinan sudah nihil untuk di laksanakan, saat tembok besar menghalangi, tapi mereka berhasil menghancurkannya. sehingga hanya adik-adikku saat itu yang dapat membuatku semangat, walaupun kembang kempis.
program-program selanjutnya pun seperti itu. aku masih ingat 2 kali aku mangedakan agenda rapat, dan yang datang ternyata 0 (nol). tak ada yang datang! aku sudah coba mencari waktu senggang mereka dan aku mengadakan rapat diwaktu itu. tetapi ternyata tetap tak ada yang datang. yang jadi pertanyaan adalah kenapa saat program kelompok mereka tidak datang, tetapi saat kegiatan organisasi mereka datang. nyolok mata buncelik kalau kata pepatah sunda. dan saat aku mengobrol dengan temanku bahwa dia bilang ada salah satu anggotaku yang bisa aku andalkan akan pindah kelompok. mendengarnya pun seperti cubitan yang keras, cubitan seorang ibu yang menegur anaknya untuk tidak berbuat nakal. tapi kabar itu belum ku lihat realisasinya. semoga saja tidak benar. aku semkin mempertanyakan kualitas kepemimpinanku.
pada dasarnya kenapa kalian seperti ini, belum pernah kumpul full kelompok, saya yakin mengapa teman teman seperti itu dalah karena kesalahanku. tapi walaupun seperti itu, taukah teman-teman. aku sangat merindukan kalian. walaupun kita belum pernah kumpul bersama dengan semua anggota seperti kelompok yang lain. tapi jujur teman-teman aku rindu dengan kalian. walaupun selama setengah tahun ini ada diantara kalian yang belum pernah kumpul. tapi aku merindukan kalian teman-teman. entah dasar apa sehingga aku sangat merasakan rindu yang teramat sangat kepada kalian. tapi entahlah rindu ini sangat kuat. aku rindu kita berkumpul bersama untuk berjalan bersama ddan berusaha menjadi cahaya di kota ini. mungkin karena kita kita di persatukan di jalanNya, segingga Allahlah yang mempersatukan hati-hati kita dalam satu ikatan persaudaraan. sehingga aku merasakan walaupun kita jarang bertemu, tetapi entah mengapa aku merasa kita sudah sangat dekat. apakah kalian juga merasakan hal yang sama? entahlah.
baru-baru ini aku menemukan sebuah foto yang luar biasa. foto yang menggambarkan kekompakan kalian. foto yang menggambaarkan kesungguhan kalian berada di jalan ini. hm.. foto yang bagus. aku juga melihat file-file kelompok ini dari tahun ke tahun. aku benar-bernar iri dengan sesepuhku dulu yang membuat program dengan detail, jelas arah gerak, dan pembagian tugasnya. kalian adalah inspirasiku. semoga aku bisa seperti kalian yang ikhlas dan sungguh-sungguh dengan jalan ini. dan semoga aku bisa mengulang sejarah yang sudah terlewat. sejarah tentang masa-masa kejayaan kelompok ini. dimanapun kalian berada, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kalian, memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kalian, dan semoga kita dapat di pertemukan kelak di jannahnya.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
dan 1 kata penutup. aku selalu merindukan kalian.
program-program selanjutnya pun seperti itu. aku masih ingat 2 kali aku mangedakan agenda rapat, dan yang datang ternyata 0 (nol). tak ada yang datang! aku sudah coba mencari waktu senggang mereka dan aku mengadakan rapat diwaktu itu. tetapi ternyata tetap tak ada yang datang. yang jadi pertanyaan adalah kenapa saat program kelompok mereka tidak datang, tetapi saat kegiatan organisasi mereka datang. nyolok mata buncelik kalau kata pepatah sunda. dan saat aku mengobrol dengan temanku bahwa dia bilang ada salah satu anggotaku yang bisa aku andalkan akan pindah kelompok. mendengarnya pun seperti cubitan yang keras, cubitan seorang ibu yang menegur anaknya untuk tidak berbuat nakal. tapi kabar itu belum ku lihat realisasinya. semoga saja tidak benar. aku semkin mempertanyakan kualitas kepemimpinanku.
pada dasarnya kenapa kalian seperti ini, belum pernah kumpul full kelompok, saya yakin mengapa teman teman seperti itu dalah karena kesalahanku. tapi walaupun seperti itu, taukah teman-teman. aku sangat merindukan kalian. walaupun kita belum pernah kumpul bersama dengan semua anggota seperti kelompok yang lain. tapi jujur teman-teman aku rindu dengan kalian. walaupun selama setengah tahun ini ada diantara kalian yang belum pernah kumpul. tapi aku merindukan kalian teman-teman. entah dasar apa sehingga aku sangat merasakan rindu yang teramat sangat kepada kalian. tapi entahlah rindu ini sangat kuat. aku rindu kita berkumpul bersama untuk berjalan bersama ddan berusaha menjadi cahaya di kota ini. mungkin karena kita kita di persatukan di jalanNya, segingga Allahlah yang mempersatukan hati-hati kita dalam satu ikatan persaudaraan. sehingga aku merasakan walaupun kita jarang bertemu, tetapi entah mengapa aku merasa kita sudah sangat dekat. apakah kalian juga merasakan hal yang sama? entahlah.
baru-baru ini aku menemukan sebuah foto yang luar biasa. foto yang menggambarkan kekompakan kalian. foto yang menggambaarkan kesungguhan kalian berada di jalan ini. hm.. foto yang bagus. aku juga melihat file-file kelompok ini dari tahun ke tahun. aku benar-bernar iri dengan sesepuhku dulu yang membuat program dengan detail, jelas arah gerak, dan pembagian tugasnya. kalian adalah inspirasiku. semoga aku bisa seperti kalian yang ikhlas dan sungguh-sungguh dengan jalan ini. dan semoga aku bisa mengulang sejarah yang sudah terlewat. sejarah tentang masa-masa kejayaan kelompok ini. dimanapun kalian berada, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kalian, memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kalian, dan semoga kita dapat di pertemukan kelak di jannahnya.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...
satu lagu penutup:
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri di sekitarku
Tak satupun yang sanggup menghalangiku
Menyala di dalam hatiku
Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Di sini di dalam hatiku

